Gue via sms : Aslmkm, bang Dhin apa kabar? Lama tak terdengar ni..
Dhini bales : waalaikumslm wr.wb.. wah Subhanallah my brother. Alhamdulillah baik, sekarang paling lagi nunggu maisyah sama aisyah aja. =)..
Gue : loading karena nggak ngerti apa itu “maisyah dan aisyah”. Titt.. tittt.. tetep nggak ngerti.
Dhini bales kedua : hahaha.. pasti ente nggak ngerti ni.. maisyah itu kerjaan. Aisyah itu you know lah ya, nu di ayat – ayat cinta tea. Muhrimnya fahri.
Gue bales lagi : Aduh„ si abang, ane mah Aisyahnya ntaran aja dah ^^
*hahaha ketawa dalam hati. Diem sambil manggut manggut khusyuk ngomong dalam hati “Oh gini toh cara rekan di golongan kanan mencinta.
Hmm, 10 semester berpetualang di tanah Padjadjaran bagian paling asiknya itu saat bisa menonton manusia seluruh penjuru dunia. Tentang perilaku, pilihan yang diambil, kehendak bebas. Dalam soal cintaan, ini si versi gue, mereka kebagi dalam tiga golongan..
Yang pertama golongan kanan. Ini bener bener ngejaga jarak banget dengan lawan jenis. Tatapan mata aja gak boleh, apalagi sampe boncengan motor segala. Katanya si lebih tertutup. Perempuan bergaul dengan perempuan, laki laki bergaul dengan laki laki. Itu aturannya. Jujur sebagai laki – laki menurut gue perempuan perempuan di golongan kanan lebih rapih dan bikin adem. Hahaha…
Yang kedua golongan kiri. Ini tipe yang lebih bebas dan terbuka. Tatapan mata sah , pegangan tangan oke, Bahayanya kalo uda terlalu bebas. Terlalu buka bukaan. Bisa – bisa kena rajam. Gue bukan underestimate kalo mereka nggak bisa jaga diri, Cuma memang dunia sebelah kiri lebih danger kayak film wild wild west.
Yang ketiga golongan tengah alias serba nanggung. Mau jadi golongan kanan nggak sanggup. Golongan kiri takut ga bisa jaga diri. Main aman.. bandel dikit tapi tetep dalam batasan – batasan yang jelas dan nggak melanggar prinsip. Ini yang bahaya.. galauers sejati. Susah karena tipe orang yang menginginkan keadaan serba ideal. Lebih dinamis karena nggak selalu lurus tapi waktu udah terlalu keluar jalur cepet sadar.Ampun deh, asal jangan STMJ (Solat Terus Maksiat Jalan) si oke kayaknya. ^^
Buat gue pilihan orang kanan, kiri, atau tengah nggak ada yang salah. Proses untuk bisa belajar memilih dan kesiapan menanggung konsekuensi atas tiap pilihan. Bukan urusan manusia untuk menilai golongan mana ataupun siapa yang paling baik. Karena baik dan buruk selalu berdampingan. Malah kadang tergantung dari mana kita memandang.
Hanya saja pastinya segala sesuatu yang berlebihan tidak baik.Terlalu tertutup apalagi terlalu terbuka. Harusnya bisa dibedakan mana yang benar perintah Tuhan mana yang sebenarnya budaya. Saling menjaga diri tentu lebih baik.Mencintai dengan cara yang benar. Didasari atas niat ingin saling melengkapi. Bukan sekedar nafsu apalagi syahwat belaka. Hubungan Sehat dengan batasan – batasan yang jelas.
Beda cerita kalau memang statusnya sudah halal a.k.a menikah. Bolehlah bebas bereksperimen memenuhi kebutuhan lahir batin dengan pasangannya masing – masing. =D