Setengah Isi
Pulang

Aku tidak mau seperti edelweis.

Kata orang – orang ia abadi,

padahal tetap saja sebenarnya mati.

Aku mau hidup tanpa keabadian.

Karena keabadian selalu menjasi ambisi usang,

Para penguasa yang telah selesai.

 

Ketidakabadian adalah anugerah

Sedang abadi adalah kutukan

Kodrat setiap makhluk untuk kembali pada Tuhan-Nya

Sudah punya bekal apa kita?

Untuk nanti pulang

Dan kembali sendirian

 

 

 

Berhijab Atau Sekedar Berjilbab

Gue kecewa sama hijabers yang agak waras. Pastinya ngerti lah ya yang dimaksud dengan agak waras. Yup bener. Lebih banyak gilanya, banyakan nggak sadarnya, banyakan sakitnya. Hehehe..

Buat gue tiap perempuan itu sebenernya istimewa. Indah dengan kekhasannya masing – masing. Apalagi perempuan muslim. Beruntung banget deh karena aturan – aturan dalam islam yang salah satunya menganjurkan untuk berhijab alias menutup aurat membuat perempuan makin mulia dan lebih bernilai. Ngebuat mayoritas laki – laki yang otak ngeresnya emang dominan, termasuk gue, bisa lebih menjaga sikap. Positif kan jadinya. Tidak terjebak dalam perbuatan yang saling menghinakan dirinya sendiri.

Seneng ya liat makin hari makin banyak temen, kerabat, saudara yang memutuskan untuk berjilbab. Pengaruh trend fashion juga salah satu faktor penyebab kenapa banyak perempuan pindah haluan ke jilbabers. Keren katanya, makin cantik. Makin bikin penasaran. Itu dia masalahnya. Hijab itu bukan untuk keren – kerenan apalagi sekedar fashion. Buat gue, itu bentuk komitmen ketaatan seorang hamba terhadap penciptanya. Level sebagai manusia naik satu tingkat. Harusnya batasan – batasan makin jelas dan nyata. Aturan adalah aturan. Setuju nggak sist?

Gue ngenes banget kalo dijalan mau ke kampus atau main ke kosan siapa gitu ngeliat ini jilbabers kenapa sama liarnya. Kadang lebih liar. Rambut iyalah ditutup cuma atas bawah tetep nonjol. Ampun deh gue jadi dosa juga karena merhatiin dan gak ngedip.Hehehe..kidding. Belum lagi kok ada yang bisa – bisanya sampe buka jilbab kalo uda beduaan sama pacarnya. Widih.. dahsyat banget kan. Dia bukan muhrim coy..walaupun pacar lo memang seseorang yang spesial. Tetep aturan mainnya gak bisa sebebas itu.

Temen – temen gue yang pacaran sama jilbabers, nggak semua lho ya, tapi emang bener ini mah. Sering cerita kisah cinta mereka sama panasnya kayak orang yang pacaran sama non-jilbabers. Damn, kissing atau nginep bareng seolah – olah jadi hal yang wajar. Aduh , itu gimana si ya pola pikirnya. Mereka yang segelintir kecil malah membuat hijab terkesan murah. Rongsok. Borok. Hiks..hiks..hiks..

Perempuan terlalu indah dan terhormat untuk merendahkan dirinya dihadapan laki – laki macam kami. Laki – laki yang bukan muhrimnya. Laki – laki yang tidak bisa menjaga. Otak ngeres laki – laki emang uda terbukti paten. Dari yang terang terangan ngeres atau diem diem. Dari yang lulusan SMA sampe lulusan MAN. Dari yang emang penjahat sampe yang keliatan kayak ustadz. Instingnya sama. Sama busuk cuma caranya aja yang berbeda.

Dengan kamu sebagai perempuan menutup semua peluang untuk kita sebagai laki laki bersikap kurang ajar, itu bantuan yang amat sangat bernilai. Oke sist? Yuk ah mulai berjilbab yang berhijab. Dan gue, mewakili kaum laki – laki berikrar juga untuk mulai banyak berpuasa dan istigfar. Supaya nggak keseringan kurang ajar sama perempuan perempuan calon penghuni surga macam kamu. =D..

Puncak Para Dewa

Kemarin hari kita berhasil menjadi orang paling tinggi di tanah ini.

Angin 5 derajat.

Hamparan pasir terjal sepanjang lebih dari 1 Km.

Bibir yang pecah karena sinar ultraviolet.

Mati rasa.

Dan entah berapa kali nyaris tumbang.

Tapi tetap bergerak


Ranu pane

Ranu kumbolo

Cemoro kandang

Kali Mati

Arcopodo

Mahameru

Cerita abadi para pengkaji

 

Puncak para dewa.

Lebih tinggi dari DKI I.

Lebih tinggi dari RI I.

Bahkan dari semua orang di tanah ini.

 

Kita semua makhluk kecil

Dari ketiadaan

Nantinya kembali pada ketiadaan

Bagaimana mungkin masih bisa merasa hebat

Bagaimana mungkin masih bisa hidup hanya untuk diri sendiri

 

Bila memang benar idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh mahasiswa..

Akankah nantinya putih adalah putih dan hitam adalah hitam?

Atau malah berbaur menjadi abu – abu

 

Kisah para pejuang usang

Penuh dengan pembenaran untuk diri sendiri

Selalu mencari toleransi

Lobi – lobi

Dan kompromi

 

Soe Hok Gie mati muda di puncak mahameru

Karyanya menembus zaman

Aku dan kamu tetap hidup

Mencari jalannya sendiri – sendiri

Merajut asa berkarya

Untuk tanah,

Orang – orang,

Negeri ini,

 yang sangat kita cintai.

 

 

 

 

 

Antara Maisyah dan Aisyah

Gue via sms          : Aslmkm, bang Dhin apa kabar? Lama tak terdengar ni..

Dhini  bales           : waalaikumslm wr.wb.. wah Subhanallah my brother. Alhamdulillah baik,   sekarang paling lagi nunggu maisyah sama aisyah aja. =)..

Gue                       : loading karena nggak ngerti apa itu “maisyah dan aisyah”. Titt.. tittt.. tetep nggak ngerti.

Dhini bales kedua : hahaha.. pasti ente nggak ngerti ni.. maisyah itu kerjaan. Aisyah itu you know lah ya, nu di ayat – ayat cinta tea. Muhrimnya fahri.

Gue bales lagi       : Aduh„ si abang, ane mah Aisyahnya ntaran aja dah ^^

*hahaha ketawa dalam hati. Diem sambil manggut manggut khusyuk ngomong dalam hati “Oh gini toh cara rekan di golongan kanan mencinta.


Hmm, 10 semester berpetualang di tanah Padjadjaran bagian paling asiknya itu saat bisa menonton manusia seluruh penjuru dunia. Tentang perilaku, pilihan yang diambil, kehendak bebas. Dalam soal cintaan, ini si versi gue, mereka kebagi dalam tiga golongan..

Yang pertama golongan kanan. Ini bener bener ngejaga jarak banget dengan lawan jenis. Tatapan mata aja gak boleh, apalagi sampe boncengan motor segala. Katanya si lebih tertutup. Perempuan bergaul dengan perempuan, laki laki bergaul dengan laki laki. Itu aturannya. Jujur sebagai laki – laki menurut gue perempuan perempuan di golongan kanan lebih rapih dan bikin adem. Hahaha…

Yang kedua golongan kiri. Ini tipe yang lebih bebas dan terbuka. Tatapan mata sah , pegangan tangan oke, Bahayanya kalo uda terlalu bebas. Terlalu buka bukaan. Bisa – bisa kena rajam. Gue bukan underestimate kalo mereka nggak bisa jaga diri, Cuma memang dunia sebelah kiri lebih danger kayak film wild wild west.

Yang ketiga golongan tengah alias serba nanggung. Mau jadi golongan kanan nggak sanggup. Golongan kiri takut ga bisa jaga diri. Main aman.. bandel dikit tapi tetep dalam batasan – batasan yang jelas dan nggak melanggar prinsip. Ini yang bahaya.. galauers sejati. Susah karena tipe orang yang menginginkan keadaan serba ideal. Lebih dinamis karena nggak selalu lurus tapi waktu udah terlalu keluar jalur cepet sadar.Ampun deh, asal jangan STMJ (Solat Terus Maksiat Jalan) si oke kayaknya. ^^

Buat gue pilihan orang kanan, kiri, atau tengah nggak ada yang salah. Proses untuk bisa belajar memilih dan kesiapan menanggung konsekuensi atas tiap pilihan. Bukan urusan manusia untuk menilai golongan mana ataupun siapa yang paling baik. Karena baik dan buruk selalu berdampingan. Malah kadang tergantung dari mana kita memandang.

Hanya saja pastinya segala sesuatu yang berlebihan tidak baik.Terlalu tertutup apalagi terlalu terbuka. Harusnya bisa dibedakan mana yang benar perintah Tuhan mana yang sebenarnya budaya. Saling menjaga diri tentu lebih baik.Mencintai dengan cara yang benar. Didasari atas niat ingin saling melengkapi. Bukan sekedar nafsu apalagi syahwat belaka. Hubungan Sehat dengan batasan – batasan yang jelas.

Beda cerita kalau memang statusnya sudah halal a.k.a menikah. Bolehlah bebas bereksperimen memenuhi kebutuhan lahir batin dengan pasangannya masing – masing. =D 

 

#1 - Mission completed

Idealisme tanpa toleransi. Ya kah? belum saja kau menemukan saat hitam dan putih melebur menjadi abu - abu.
Inikah yang disebut manusia beragama? Saat dengan mudahnya menyakiti dan mengancam sesama makhluk. Agama bukan sumber konflik. Idiot - idiot didalamnya yang membuat seolah olah isu agama memang selalu bersinggungan dengan konflik
Harusnya tiap rumah ibadah itu menjadi “happiest place on earth
Gilbert Lumoindong
Cara iris tembakau

Cara iris tembakau

Our life is a test and not an easy one, Are you ready for the challenge??
The Arrivals